“Sesungguhnya Allah memerintahkan Ibrahim AS menyembelih putranya hanyalah untuk mengeluarkan makhluk yang dicintai itu dari hatinya, agar tidak tersisa lagi di dalam hatinya tempat bagi selain Allah. Maka ketika Ibrahim telah membenarkan tekadnya dan maju untuk melaksanakan perintah, penyembelihan itu telah mencapai tujuannya sebagai ujian, bukan untuk membinasakan jiwa.” (Madarijus Salikin)