Selayang Pandang
SMA Negeri I Waytenong terletak di Kelurahan Fajarbulan Kecamatan Waytenong Kabupaten Lampung Barat. SMA ini merupakan salah satu dari 21 SMA Negeri yang ada di Kabupaten Lampung Barat, berlokasi di tengah areal perkebunan kopi dan sayur – mayur milik masyarakat, berjarak ± 60 km dari ibukota Kabupaten ± 170 km dari ibukota Propinsi.
Keberadaannya di areal perkebunan kopi dan sayur – mayur, menciptakan suasana segar, sejuk, yang mendukung suasana belajar mengajar yang kondusip karena terhindar dari hiruk pikuk keramaian warga dan lalu lintas.
SMA Negeri I Waytenong berdiri sejak tahun 1995 awalnya dengan nama SMA Negeri 2 Sumberjaya. Atas prakasa warga kecamatan Waytenong yang diplopori oleh Tritunggal tokoh masyarakat kecamatan ini yaitu Bapak Hi. M. Karim , bapak Armada M. Noor dan Bapak Drs. Hi. Suwidyo, MM. Sebagai wujud kepedulian dan pengejawantahan tanggung jawab terhadap pendidikan anak – anak bangsa di negeri ini. Kemudian seiring dengan aplikasi UU Nomor 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah dengan Surat Keputusan Bupati Lampung Barat Nomor B/219/KPTS/06/2001, SMU ini berubah nama menjadi SMU Negeri I Waytenong , dan melalui Surat Keputusan Nomor B/45/KPTS/IV.07/2004 menjadi SMAN I Waytenong.
Pada awal berdiri SMA Negeri 1 Waytenong dengan jumlah murid 60 orang, dalam melaksanakan kegiatan sekolah baik dalam penerimaan murid baru sampai dengan proses belajar mengajar menumpang di gedung milik SLTP Negeri I Waytenong (dulu bernama SLTP 2 Sumberjaya) di bawah pimpinan Bapak Drs. Hi. Suwidyo, MM. Pada Tahun Pelajaran 1996/1997 SMA ini telah memiliki gedung sendiri di bawah kepemimpinan Bapak Sri Dwi Padmono, BA sampai dengan 8 Mei 2002, tanggal 9 Mei 2002 sampai tanggal 16 Oktober 2006 dipimpin oleh Bapak Suharto, S.Pd. Pada tanggal 17 Oktober 2006 sampai dengan 19 Februari oleh Bapak Supono Bowo Wirianto, S. Pd. MM, dan pada tanggal 20 Februari 2009 sampai dengan 1 Oktober 2019 dipimpin oleh Bapak Drs. Dahlin, M.Pd. Sekarang SMAN 1 Way Tenong dipimpin oleh Bapak Supandi, S.Pd., MM mulai tanggal 27 April 2020.
SMAN 1 Way Tenong Dibina oleh 60 orang guru dengan berbagai disiplin ilmu sesuai bidang keahlian,yang berkualifikasi berpendidikan Sarjana (S1) sebanyak 50 orang, dan (S2) sebanyak 10 orang, 35 orang berstatus PNS dan guru tidak tetap sebanyak 25 orang, 26 orang berpendidikan sarjana dan 1 orang berpendidikan diploma (D III/D II), guru tersebut sebanyak 31 orang telah lulus sertifikasi guru dalam jabatan, dan 29 orang belum mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan.
Dalam penyelenggaraan Administrasi sekolah, SMA ini dibantu oleh 10 tenaga Administrasi, 1 orang berstatus PNS dengan pendidikan strata 1, dibantu oleh 9 tenaga honorer berpendidikan S1 6 0rang dan SLTA sebanyak 3 0rang. Untuk menjaga kebersihan dan keamanan sekolah ditangani oleh 1 orang tenaga honorer berpendidikan S1 serta 1 orang penjaga keamanan (satpam) yang berpendidikan SLTA
Kondisi objektif keberadaan SMA Negeri 1 Waytenong didukung oleh SLTP/MTs sebagai berikut :
- SLTP Negeri I Waytenong
- SLTP Negeri 2 Waytenong
- SLTP Negeri 3 Waytenong
- MTs Al Ikhlas Fajar bulan Waytenong
- MTS Miftahul Huda Tambakjaya Waytenong
- MTs Al-Furqon Bodong Way Tenong
- SMA 1 Atap Karang Aung Way Tenong
Berdirinya SMA Negeri 1 Waytenong telah memberikan kesempatan kepada masyarakat di wilayah Waytenong dan sekitarnya untuk menyekolahkan putra-putrinya.
Visi SMA Negeri 1 Waytenong adalah ”Terwujudnya Peserta Didik yang Religius, Unggul dan Berwawasan Global” yang ditunjukan dengan unggulnya SMA Negeri 1 Waytenong dalam hal Nilai Ujian , lomba olahraga dan kesenian, kegiatan aktifitas keagamaan, disiplin siswa, diterimanya siswa di perguruan tinggi negeri serta unggul dalam kegiatan pelayanan kesehatan terhadap siswa.
Salah satu tujuan SMA Negeri 1 Waytenong adalah terwujudnya derajat kesehatan warga sekolah baik fisik, rohani dan sosial. Dengan tercapainya derajat kesehatan yang maksimal maka visi dan misi SMA Negeri 1 Waytenong akan tercapai dengan baik sehingga pada akhirnya akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas khususnya di Lampung Barat dan Provinsi Lampung.